KRI Suharso akan jemput WNI di Yokohama Jepang

Pendar.art.blog Indonesia memiliki WNI yang hendak dipulangkan dari Jepang. WNI itu dipulangkan setelah merebaknya coronavirus.

Sebenarnya ada 78 WNI di kapal pesiar Diamond Princess. Namun da 74 WNI yang telah menjalani masa karantina 14 hari di kapal pesiar itu.

Pemerintah Jepang sendiri juga telah siap membantu Pemerintah Indonesia dalam pemulangan warganegara Indonesia dari Jepang.

Pemerintah Indonesia akan menjemput warganya dari Yokohama, Jepang. Dengan menggunakan jalur laut ataupun jalur udara.

Berkaitan dengan pemulangan 74 WNI di jepang, TNI AL telah menyiapkan KRI Dr Suharso. KRI Suharso telah disiapkan di pelabuhan Surabaya.

Kapal laut rumah sakit KRI Dr Suharso sendiri bersandar di pelabuhan madura. Untuk mempersiapkan dan persiapkan jika nanti ditunjuk pemerintah.

KRI Dr Suharso dengan nomor lambung 990 telah disiagakan oleh TNI AL jika nanti menjadi opsi Pemerintah. Dengan menggunakan 135 kru personil siap untuk diberangkatkan.

Kapal rumah sakit TNI AL ini memiliki fasilitas penunjang kesehatan. Yakni fasilitas kesehatan ruang UGD, tiga ruang bedah, enam ruang poliklinik, empat belas ruang klinik, dan dua bangsal perawatan inap dengan kapasitas masing-masing 40 tempat tidur.

Perjalanan ke Yokohama Jepang memerlukan waktu kurang lebih 24 jam. Dengan fasilitas diatas KRI Dr Suharso siap melayani menjemput 74 WNI di Jepang.

Namun itu semua masih menunggu intruksi resmi dari pemerintah, yaitu Presiden jokowi. Opsi evaluasi dari udara atau menjemput dari laut KRI Dr Suharso siap mengemban tugas.

Editing Yudiono

Sumber diolah dari berbagai media TV swasta

Foto ilustrasi penulis KRI Dr Suharso

KRI Dr Suharso Siap Jemput WNI di Yokohama Jepang

Pendar.art.blog. Ada 74 WNI yang menjalani masa karantina dari 78 WNI di kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama Jepang. Pemerintah Indonesia telah siap untuk memulangkan WNI di kapal pesiar di Jepang.

Kapal perang TNI Dr Suharso TNI AL telah bersiap untuk melakukan kegiatan jemput WNI di Yokohama, Jepang. Kegiatan ini di lakukan untuk menjemput WNI di sana.

KRI Dr Suharso 990 yang memiliki fasilitas kesehatan yang meliputi fasilitas penunjang kesehatan. Yaitu poliklinik kesehatan ruang UGD, tiga ruang bedah, enam poliklinik, 14 ruang klinik, dan dua bangsal perawatan inap dengan kapasitas masing-masing 40 tempat tidur.

WNI yang di Yokohama Jepang berjumlah 74 orang. Mereka telah menjalani karantina masa 14 hari paska darurat corona virus. Para WNI ini menunggu jemputan dari pemerintah Indonesia.

Jepang sendiri juga membantu menfasilitasi terhadap 74 WNI. Jepang membantu pemulangan WNI oleh pemerintah.

KRI Dr Suharso sendiri telah disiapkan oleh TNI AL dan Menteri Kesehatan Terawan. Namun masih menunggu intruksi resmi dari pemerintah. Nanti yang mana di pakai untuk evakuasi WNI di Yokohama Jepang.

Intruksi resmi dari presiden nantinya memakai opsi jalur udara ataupun jalur laut. Bila pemerintah menggunakan jalur laut setidaknya TNI AL telah siap dengan KRI Suharso. Dan seandainya pemerintah menggunakan jalur udara makan setidaknya KRI Suharso telah siap mengemban tugas.

KRI Suharso adalah kapal perang yang diawaki 135 kru personil. Dan KRI Suharso sebagai kapal rumah sakit TNI telah melakukan kegiatan kemanusiaan. Yaitu saat terjadi bencana alam di berbagai daerah di Indonesia.

Penulis/editor Yudiono

Sumber dari berbagai sumber

Foto ilustrasi penulis KRI Dr Suharso

Indonesia satu satunya negara di Asia Tenggara yang bisa membuat pesawat perintis

Pendar.art.blog Negara di Asia Tenggara yang bisa membuat pesawat adalah Indonesia. Negara Republik Indonesia sudah bisa membuat pesawat perintis turboprop bermesin ganda dengan 19 penumpang. Pesawat ini di buat oleh PT DI yaitu PT Dirgantara Indonesia (persero) bekerja sama dengan LAPAN.

Pesawat perintis N219 ini bisa mendarat di landasan pacu yang pendek. Landasan yang di perlukan cukup 400m hingga 600m, tak seperti pesawat jenis perintis produksi negara lainnya. Pembuatan pesawat perintis N219 ini disesuaikan dengan iklim geografis Indonesia.

PT DI memperkirakan tahun 2021 bisa di produksi masal. Namun diperkirakan pertengahan tahun sudah bisa di produk masal dengan kapasitas 8 unit dulu.

Pemda provinsi Aceh adalah pemda pertama yang mendapat kiriman dulu. Ini karena pemda Aceh yang memesan terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan pemesan berikutnya.

Pesawat perintis turboprop N219 saat diperkenalkan prototype sudah banyak maskapai yang memesan.

Baik itu maskapai domestik maupun maskapai luar negeri. Namun dalam produksi tahun pertama dan kedua akan memenuhi domestik dulu.

Pesawat N219 di buat dengan pertimbangan letak geografis Indonesia wilayah timur. Yaitu masih sedikit pesawat perintis dan bandara yang memiliki landasan pendek, juga landasan berumput.

Bagian bawah pesawat memiliki roda dan memerlukan landasan pendek 400m hingga 600m bisa didarati N219.

Editor Yudiono

Sumber diolah dari berbagai sumber

Foto ilustrasi pesawat N219

PT DI produksi masal pesawat perintis N219 tahun 2021

Pendar.art.blog Pesawat buatan putra bangsa N219 akan d produksi masal tahun depan. PT DI tahun 2021 pesawat perintis N219 bisa diproduksi. Produksi tahun pertama diperkirakan masih 8 unit dan terus bertambah di tahun berikutnya. Ini sesuai dengan kapasitas di PT DI saat ini. Dan nantinya akan terus ditambah pertahun.Untuk sementara produksi pesawat N219 hanya untuk mencukupi pasar domestik dulu.

Kemudian dengan seiring bertambahnya kapasitas perusahaan akan di tambah kuota produksi.Rencana hingga tahun 2024 diperkirakan bisa produksi puluhan unit. Hal ini karena minat domestik yang begitu tinggi. Pesawat berpenumpang 19 orang ini laris dipasaran domestik.Pesanan n219 ini di domestik saat prototype selesai sudah mencapai 257 unit dari domestik dan pesanan dari luar negeri mencapai 150 unit.

Ini menggembirakan dan patut di syukuri berarti pesawat karya putra bangsa ini banyak diminati market.Saat tes terbang pertama pesawat perintis bermesin turboprop ini dipercayakan pada seorang pilot perempuan Indonesia. Di adalah Capten Esther Gayatri Soleh. Suatu kebanggaan rasanya bisa menerbangkan pesawat buatan negeri sendiri.Pada saat uji terbang rendah, pesawat N219 diterbangkan di pesisir Pantai Pangandaran. Dilakukan di tepi pantai dimaksud kan demi untuk alasan keamanan.

Sukses uji terbang rendah. menyakinkan bahwa tidak ada kendala pesawat N219 di ketinggian rendah dengan berbelok di kecepatan rendah.Uji ini dalam rangkaian untuk mendapatkan Type Certificate dari pemerintahan Indonesia. Dan Type Certificate ini telah di dapat pada tanggal 24 Agustus 2019 kemarin.Semoga langit Nusantara segera di hiasi pesawat perintis N219 karya putra bangsa sendiri.Dikutip dari berbagai sumber.

Untuk domestik pemesan mencapai 257 unit dan luar negeri 150 unit. Dalam kegiatan produksi ini PT DI memerlukan anggaran sekitar US$70 hingga US&100. Ini telah disediakan bekerjasama dengan perbankan plat merah.

Produksi dari N219 ini dari tahun pertama 8 unit kemudian di tahun kedua sekitar 18 unit. Tahun berikutnya bisa mencapai puluhan unit disesuaikan kapasitas perusahaan yang telah dikembangkan.

Pada awal tahun 2016 produksi prototype dari pesawat perintis turboprop N219 mulai dikerjain PT DI petsero dengan LAPAN. Dengan produksi dua prototype yaitu yang pertama berwarna putih dan prototype kedua warna dominan hijau.

Perancangan N219 disesuaikan geografis dengan Indonesia bagian timur. Dimana disana lebih di sesuaikan dengan landasan pendek dan kadang berumput. Mengingat pesawat perintis turboprop N219 ini tak perlu landasan panjang dan N219 bisa mendarat di landasan yang berumput. Sehingga cocok dengan iklim Indonesia bagian timur yang cenderung ber pegunungan.

Editor Yudiono

Sumber diolah dari berbagai sumber media online

Foto ilustrasi pesawat N219

Muncul warna jingga serupa pelangi namun bukan warna pelangi setelah hujan

Pendar.art.blog Sore ini hujan baru turun di kampungku. Langit masih nampak mendung di angkasa, warna abu-abu gelap merata di langit dan ada warna jingga mengumpul di langit timur. Namun itu bukan lah pelangi.

Warna satu jenis yaitu warna jingga menjulur keatas dengan semakin ke atas semakin mrmudar. Warna yang biasa muncul adalah warna pelangi seperti biasa yaitu warna merah, kuning, dan hijau. Namun ini hanya warna serupa menjulur ke atas yang semakin lama semakin memudar.

Warna di langit sore ini tidak seperti biasa pada warna pelangi. Kejadian aneh ini bisa dilihat sore ini di langit minggu, 16 Februari 2020 di langit utara kota Tulungagung, Jawa Timur tepatnya menjelang magrib pukul 18:00wib. Merupakan kejadian yang tak biasa di hari sore ini.

Saat itu langit memang berwarna mendung kelabu kehitaman dan saat mendongak ke atas nampak warna memanjang seperti pecut, yaitu memanjang dengan semakin ke atas semakin mengecil dengan warna tetap jingga semakin menipis dan memudar.

Saat adzan magrib berkumandang lambat laun warna itu memudar menipis dan lalu menghilang seiring datangnya gelap. Sungguh fenomena unik dan aneh di langit kampungku.

Editor Yudiono

Foto Yudiono

Indonesia menuju swasembada alutsista yang mandiri untuk menuju Indonesia menjadi negara kuat

Pendar.art.blog Mandiri dalam penyediaan persenjataan adalah keinginan suatu negara. Baik itu dengan cara membeli ataupun dengan cara lain. Yang pasti indonesia bukan negara satu – satunya yang melakukan perjanjian imbal balik.

Negara di dunia sudah banyak yang melakukan kegiatan pembelian alat persenjataan yang lebih sering di kenal alutsita, yaitu alat utama sistem persenjataan. Hal yang sudah di dapat pembelian alutsista yaitu kapal selam kelas cang bogo 409 dengan negara Korea Selatan.

Indonesia melalui G to G dengan diawali membeli 3 kapal selam dengan Korea yaitu kapal selam satu dan dua di buat di Korea Selatan dan kapal selam ke tiga di bangun di Indonesia. PT PAL yang jadi pelaksana pembangunan.

Ketiga kapal selam itu sudah selesai dan di bisa dioperasikan. Ke tiga kapal selam itu bernama KRI aku goro dengan no lambung 405 yang kabarnya masih menjalani tes menyelam http:// kedalam 300 m hingga 350 m dibawah permukaan laut.

Bila ini telah lulus mu gkin akan diserahkan ke menhan kan dan untuk di berikan ke TNI AL sebagai tambahan kekuatan hiu kencana Indonesia.

Sejak tahun kemarin Indonesia juga menambahkan kontrak tiga lagi pengadaan kapal selam di kelas yang sama dengan Korea Selatan dengan satu di bangun di dermaga Korea Selatan dan kapal ke dua dan ke tiga di bangun oleh PT PAL Indonesia.

Dimana kapal satu dan dua dikerjakan bersama insinyur Korea dan untuk kapal selam ketiga murni da bangun oleh anak putra bangsa Indonesia

Perjanjian pengadaan ketiga ini Indonesia menginginkan ada perbaikan sistem aki di kapal selam, teknik terbaru disertakan di dalamnya, mengingat kapal selam ini adalah kapal selam bertenaga disel.

Sebenarnya banyak negarA Eropa yang menawarkan alutsista ke Indonesia. Yaitu negara Perancis, Jerman, Amerika Serikat, Swedia, dan Belanda. Namun Presiden Jokowi menginginkan pembelian alutsista disertakan tranfer tehnologi.

Jokowi menginginkan Indonesia bisa mandiri alutsista. Harapan nanti tahun 2029 Indonesia bisa mandiri alutsisista. Negara sudah bisa menyediakan sebagian besar alutsista nya dengan mandiri alutsisista.

Editor Yudiono

Sumber diolah dari berbagai media online

Foto ilustrasi KRI alugoro