
PendarNEWS Hujan semalam di Jakarta membuat genangan air di berbagai kawasan di Jakarta. Banyak kawasan perusahaan, tempat umum lainnya yang ikut tergenang.
Kondisi permukaan tanah yang selalu menurun dari tahun ke tahun juga ikut menjadi penyebab banjir. Drainase yang kurang memadai dengan banyaknya guyuran air hujan juga penyebab. Air tidak bisa langsung mengalir lewat gorong-gorong dengan cepat membuat genangan semakin lama merendam di berbagai kawasan di Jakarta.
Kondisi cekungan air tanah Jakarta kritis saat ini sebagai ekploitasi 40℅ dari optimal nya 20℅. Pengambilan air tanah yang berlebihan.
Akibat pengambilan air tanah yang berlebihan diduga, juga mengakibatkan permukaan air tanah Jakarta menurun. Selama 18 tahun permukaan air tanah turun 20 cm, disamping pemanfaatan air tanah berlebihan itu juga beban material fisik bangunan berlebihan dan juga lapisan sendimen lemak yang mengempis juga faktor penunjang semakin turun permukaan tanah di Jakarta.
Drainase yang menyempit karena endapan di saluran drainase berperan juga, dan adanya sumbatan berbagai sampah di berbagai aliran ikut berperan menyumbang air semakin lama genangan banjir surut.
Jakarta yang terkena banjir lagi setelah diguyur hujan lokal semalam warga bersepekulasi selain drainase yang menyempit dan permukaan tanah di Jakarta menurun, juga dikarenakan daerah resapan di bangun menjadi obyek bangun beton. Pemanfaatan pompa air kurang maksimal.
Jaman era Ahok warga sering melihat alat berat di siagakan ditepi sungai untuk mengeruk sampah dari sungai. Namun saat ini warga tidak menyaksikan pemandangan itu lagi. Warga meminta Gubernur Anis Baswedan untuk mengembalikan memaksimalkan dana bencana banjir.
Di kawasan perumahan Kelapa Nias Gading Jakarta Utara ada warga berspekulasi bahwa banjir di perumahan Kepala Nias Gading adalah mulai tanggul yang jebol, pembangunan LRT, hingga dugaan pintu air Sunter yang tutup.
Persoalan defisit presisi realisasi anggaran pemprov DKI Jakarta 2019 menyebabkan dana anggaran penanganan bencana banjir di Jakarta oleh Gubernur Anis Baswedan membuat penanganan banjir kurang optimal.
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi sempat menyoroti keputusan Gubernur Anis Baswedan yang memangkas anggaran itu.
Banjir di Jakarta juga menggenangl kawasan Monas dan juga Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Kedua kawasan ini merupakan kawasan umum dan kawasan publik.
Kawasan Monas genangan air masih tinggi, namun sudah mulai menyusut walau berlahan. Kawasan Monas ini biasanya di pakai olahraga joging oleh warga Jakarta.
RSCM juga tergenang dilantai satu, juga menggenangi ruang radiologi. Ruang radiologi ini sudah dikeringkan dengan menggunakan mesin pompa dari damkar.
Menteri Kesehatan Terawan agus juga menjenguk dan sempat menjelaskan bahwa mesin radiologi ini telah dimatikan dan untuk menghadapkan Menkes akan meminta Bapeten. Harapan setelah dinyalakan peralatan radiologi ini bisa berfungsi lagi. Mesin pompa air dari damkar tetap disiagakan di RSCM imbuhnya.
Warga berharap pemprov DKI Jakarta mengoperasikan alat pengeras suara yang telah dibeli sebelumnya. Selain itu warga Jakarta juga ada yang meninggikan rumah untuk menghadapi banjir.
Sumber diolah dari berbagai sumber
Editor yudiono
Foto yudiono/pendarnewd










Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.